TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN PISANG

Posted by Unknown Minggu, 01 Juni 2014 0 komentar

Syarat Tumbuh :
¾    Daratan rendah suhu 21-32 C.
¾    Curah hujan 1500-2500mm/thn.
¾    Tidak tumpbuh pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
Varietas Anjuran :
¾    Barangan.
¾    Barangan Merah.
¾    Raja.
¾    Kepok.
¾    Raja siem.
¾    Ketan.
¾    Ambon.
¾    Cavendish.
Pembibitan :
¾    Perbanyakan ; Anakan (T 1-1.5 m),Tunas bonggol (diameter 15-20 cm).
¾    Bonggol di potong dicelupkan kedalam larutan hormone perangsang akar, lalu semai dengan jarak 20x20 cm.
Penanaman :
¾    Buat lubang tanam ukuran 50x50x50 cm, dan jarak antar lubang 3x3 m.
¾    Penanaman menjelang musim hujan.
¾    Posisi bibit tegak, lalu tutup dengan tanah yang tercampur pupuk kandang.
¾    Penyiraman 2-3 minggu sekali.
¾    Pemupukan dasar berupa ppk kandang 8-10 ton /ha, dicampur tanah galian bagian atas.
Pemeliharaan :
¾    Penjarangan anakan (satu rumpun pelihara 3 pohon).
¾    Setelah 5 tahun lakukan peremajaan.
¾    Pengairan 2-3 minggu sekali.
¾    Pupuk N 120-200 kg/ha,P 90-100 kg/ha, K 100 kg/ha. Diberikan 6 bulan setelah tanam (2x setahun).
¾    Penyiangan dilakukan bersamaan penggemburan dan penimbunan dapuran.
¾    Potong  jantung pisang pada jarak 25 cm dari sisir buah terakhir.
¾    Tandan dibungkus kantong plastic bening polietilen tebal 0,5 mm di beri lubang dengan diameter 1,25 cm jarak tiap lubang 7,5 cm.
¾    Batang tanaman di sangga dengan bamboo terbenam sedalam 30 cm.
Pengendalian OPT :
¾    Hama ; ulat daun,uret kumbang,cacing, lalat buah.
¾    Penyakit ; penyakit darah, panama, bintik daun,layu daun pucuk,buncitop.
¾    Pengendalian dengan menerapkan prinsip PHT.
Panen dan Pasca Paen :
¾    Waktu panen 7-12 minggu setelah jantung keluar (tergantung varietas).
¾    Panen di tentukan berdasarkan tingkat kematangan buah.
¾    Ciri tanaman siap panen adalah mengeringnya daun bendera.
¾    Panen bersama tandanya 30 cm dari pangkal sisir.

¾    Tandan di simpan dalam posisi terbalik.

Baca Selengkapnya ....

TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH

Posted by Unknown Senin, 26 Mei 2014 0 komentar

Syarat tumbuh :
¾    Ketinggian tempat 0-1000 mdpl. Optimum 0-400 mdpl
¾    Tekstur tanah rempah sedang sampai liat.
¾    Drainase baik memiliki bahan organic cukup.
¾    PH 5,6-6-5.
¾    Kelempaban 50-70 %.
Varietas di anjurkan :
¾    Bima
¾    Medan
¾    Keeling
¾    Ampenan
¾    Sumenep
¾    Kuning
¾    Australia
¾    Benteng
Pembibitan :
¾    Umbi dari tanaman beumur 70 HTS.
¾    Masa penyimpanan 2,5-4 bln.
¾    Kebutuhan bibit 600-800 kg/ha.
Pengolahan lahan :
¾    Bersihkan gulma, cangkul/bajak agar gembur.
¾    Dibuat bedeng ukuran L 120 cm, P sesuaikan, T 25 cm.
¾    Saluran drainase lebar 30-40 cm.
¾    Haluskan tanah bedeng sambil di beri pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha.
Cara tanam :
¾    Tanam bibit dengan jarak 20x15 cm atau 15x15 cm.
¾    Di potong pada ujung bibit yang akan di tanam.
¾    Masukan umbi kedalam tanah, dan ujung umbi bagian atas rata dengan atas tanah bedeng.
¾    Penanaman di lakukan pada bulan April-mei atau juli-agustus.
Pemeliharaan :
¾    Penyiraman pada musim kemarau tiap pagi dan sore.
¾    Penyiangan manual cored, cangkul dll.
Pemupukan :
¾    Pupuk organic saat pengolahan tanah 10-20 ton/ha.
¾    Pupuk an organic saat tanaman beumur 10-15 hari dengan dosis P 90-120 kg ha, N 120-150 kg/ha,K 100-120 kg/ha.
¾    Pupuk diberikan dalam larikan.
Pengendalian OPT :
¾    Hama; ulan daun,hama bodas (putih).
¾    Penyakit ; cendawan altenaria
¾    Pengendalian ; menerapkan prinsip PHT (rotasi tanaman,pengamatan, penggunaan pestisida,eradikasi sanitasi kebun/lingkungan).
Panen dan pasca panen :
¾    Siap panen jika daun 70-80% menguning.
¾    Panen mencabut tanaman lalu ikat bagian daun untuuk memudahkan pengangkutan.
¾    Penting di lakukan sortasi buah, kemudian keringkan (kering angin) sehingga kadar umbi 80%.

¾    Simpan di gudang dengan posisi menggantung, suhu ruangan 20-30 C dan kelembaban 60-70 %.

Baca Selengkapnya ....

TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN CABAI

Posted by Unknown 0 komentar
Syarat tumbuh :
¾    Ketinggian tempat 0-200 mdpl.
¾    Tanah berstruktur remah atau gembur dan kaya bahan organic.
¾    PH 6,0-7,0.
Varietas di anjurkan :
¾    Cabai besar; jatilaba,brembun,I.C,serdang,tit super,dan jenis hibrida jenis hot beauty.
¾    Cabai rawit;cengek domba,cemplik.
Pembenihan :
¾    Benih berasar dari buah yang tua,normal,dan bebas hama/penyakit.
¾    Buah cabai di belah memanjang,keluarkan bijinya, jemur hingga kering.
¾    Jika inggin di simpan lama,biarkan buah cabai tetap utuh dan jemur hinggs kering.
Pembibitan/penyemaian :
¾    Untuk mempercepat pertumbuhan benih di rendam dulu dalam larutan kalium hipoklorit 10% sekitar 10 menit,atau di rendam dengan air hangat (suhu 50 C) selama semalam.
¾    Kebutuhan benih per ha 200-500 gr.
¾    Buat bedeng hadap ke timur,beri atap daun kelapa/pisang/alang-alang.
¾    Olah tanah bedeng hingga gembur.
¾    Beri pupuk kangdang campur merata.
¾    Taburkan biji dan siram dengan sprayer.
¾    pada umur 30-40 hari setelah semai bibit siap di tanam di lahan.
Pengolahan Lahan :
¾    Bersihkan lahan, cangkul /bajak biar gembur.
¾    Jika PH kurang tambahkan dengan kapur.
¾    Di buat bedeng ukuran 120 cm, tinggi 25 cm atau guludan,panjang sesuaikan jarak antar bedengan/gulud 60-70 cm.
Penanaman :
¾    Waktu; lahan sawah di akhir musim hujang, tegalan di musim hujan.
¾    Sistim tanam; baris tungal pada guludan atau sistim baris ganda pada bedengan.
¾    Jarak tanam ganda bedengan (60-70 cm)x (30-50 cm), tungal untuk guludan 30-40 cm.
¾    Masukan bibit ke lubang tanam lalu tutup dengan tanah padatkan dengan tangan.
Pemeliharaan :
¾    Penyulaman di lakukan sesegera mungkin jika ada kerusakan.
¾    Penyiangan dengan kored, cangkung atau herbisida selektif.
¾    Pengairan di lakukan pada awal penanaman terutama jika air tidak mencukupi kebutuhan.
Pemupukan :
¾    Kandang;20 ton/ha.
¾    Dosis pupuk; N 80-100 kg/ha,P 60-75 kg/ha, K 45-60kg/ha.
¾    N di berikan 3x, 1/3 awal tanam, 1/3 usia 30 hari setelah tanam, 1/3 45 HST.
¾    P dan K sekaligus pada saat tanam.
Pengendalian OPT :
¾    Hama;kutu daun.
¾    Penyakit;disebabkan cendawan dan bakteri.
¾    Pengendalian ; menerapkan prinsip PHT (rotasi tanaman,pengamatan, penggunaan pestisida,eradikasi sanitasi kebun/lingkungan).
Panen dan Pasca Panen :
¾    Panen di dataran rendah pada umur 70-75 hari. Daratan tinggi 120-150 hari.
¾    Panen berikutnya 3-4 hari sampai umur 6-7 bulan.
¾    Panen buah yang sudah tua (kemerahan)

¾    Lakukan sortasi buah kemudian angina-anginkan di tempat terbuka.

Baca Selengkapnya ....

TEHNIK BUDIDAYA ITIK

Posted by Unknown Minggu, 25 Mei 2014 0 komentar

Jenis itik :
¾    Itik petelur : Indian Runner,Khaki Chambell, Buff dan CV 2000-INA.
¾    Itik Pedaging : Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga.
¾    Itik tal (itik kesayangan/hobby) : east india, grey call, mandarin, blue Swedish, crested,wood.
Sistim pemeliharaan :

¾    Secara intensif (di kandangkan).
¾    Semi intensif (sewaktu-waktu di kandangkan,sewaktu-waktu di gembalakan).
¾    Perkandangan :
¾    Persyaratan kandang; jauh dari pemukiman,tersedia air,mudah akses ke pasar,kelembaban 60-65 %,cukup sinar matahari.
¾    Perlengkapan;tempat makan,tempatminum.
¾    Model kandang;kandang box (anak itik priode stater) ukuran 1m2 untuk 50 ekor, kandang koloni (untuk itik remaja “grower” 60-100 ekor,untuk itik masa produksi “layer” 4-5 ekor /kndang.

Pembibitan :
¾    Memelihara induk dan pejantan unggul untuk dapat telur tetas.
¾    Telur terpilih di tetaskan dengan mesin tetas.

Kebutuhan Gizi :
Itik petelur
umur
Energy (kkal/kg)
Protein kasar (%)
Ca (%)
P (%)
Anak (0-8 mg)
3100
17-20
0,6-1,0
0,6
Dara (9-20mg)
2700
15-18
0,6-1,0
0,6
Layer (>20 mg)
2700
17-19
2,9-3,25
0,6

Itik pedaging
Komposisi nutrisi
stater
Grower
Protein kasar (%)
18,7
15,4
Metionein & sistin (%)
0,69
0,57
Lysin (%)
1,1
0,9
Kalsium (%)
0,72
0,72
P tersedia
0,42
0,36
Energy metabolis
2900
2900

Pemeliharaan :
¾    Anak itik baru menetas di letakan pada kandang indukan.
¾    Temperature 39 C.
¾    Pakan; 0-16 hr pakan datar,16-21 sebaran lantai & trey feeder,21hr-18 mg sebaran lantai, 18-72 mg di beri makan terus menerus.
¾    Minum; 0-7 hr ditambah fitamin, 7-28 hr air di pinggir kandang diberi  ad libitum,umur 28 hr afkir tepat minim berupa kotak ukuran (15x200 cm tinggi 10 cm untuk 200-300 ekor.

Hama dan Penyakit :
¾    Hama;-
¾    Penyakit : Duck chorela(mencret,lumpuh,tinja kuning kehijauan),salmonellosis (sesak,mencret).
¾    Pengendalian : sanitasi kandang,dan pengobatan lain.
Panen dan pasca panen :

¾    Itik petelur : telur, induk akkir,induk jantan,kotoran (pupuk).
¾    Pengambilan telur pagi hari.
¾    Dikumpulkan letakan pada egg tray.
¾    Sebelum di pasarkan letakan di tempat sejuk.
¾    Umumya telur di jual dalam bentuk yaitu telur dan telur segar. Dan hasil olahan telur asin.



Baca Selengkapnya ....
Agriculture Future | Copyright of Agricultural Future.